Love Yourself and Be Yourself
Love Yourself and Be Yourself
Banyak orang sering merasa tidak
puas akan dirinya sendiri. Selalu merasa kurang dan ingin menjadi seperti orang
lain. Apa yang mereka lihat dari orang lain sering dibilang bahwa itu lebih
baik atau lebih menyenangkan. Meskipun mereka tidak tahu di balik kesenangan
orang lain itu, pasti juga ada kekurangan dan ada cerita sedih yang tidak
diketahui oleh orang lain. Memang benar adanya melihat orang lain yang terlihat
lebih sempurna, terkadang ada secuit rasa iri yang muncul dari hati kecil
maupun pikiran kita.
Hal ini tentunya mempunyai dampak
bagi hidup seseorang. Entah itu dapat berdampak buruk maupun berdampak baik. Akan
lebih baik, jika hal tersebut dapat berdampak baik bagi seseorang. Sehingga orang
tersebut bisa mengubah kebiasaan buruknya menjadi lebih baik dan hidup dengan
baik. Namun, akan buruk jika hal tersebut menjadi dampak negatif. Orang bisa saja
mempunyai rasa cemas akan dirinya sendiri dan mengakibatkan gangguan kesehatan mental.
Hal – hal seperti ini kerap
sekali terjadi pada usia 18 tahun ke atas, apalagi di kalangan mahasiswa. Saat melihat
teman yang lain berpenampilan lebih bagus, memiliki wajah yang rupawan dan disegani
banyak orang. Belum lagi saat ini media sosial merupakan portal kehidupan bagi
generasi Z. Banyak sekali hal – hal yang hanya dapat dilihat secara maya tanpa
tahu keadaan aslinya. Hal – hal seperti itu memang secara tidak langsung
membuat iri orang yang melihatnya. Baik sadar maupun tidak sadar. Kemudian,
muncullah rasa insecure dalam diri.
Rasa insecure membuat
orang menjadi meragukan dirinya sendiri karena selalu melihat kesempurnaan
orang lain. Rasa ini membuat orang menjadi benci akan dirinya sendiri. Bahkan
bisa membuat rasa putus asa akan dirinya. Dampaknya juga cukup besar, bisa saja
orang ini menjadi anti social dan membuatnya enggan muncul dihadapan publik.
Mengutip dari lagu BTS Answer: Love Myself
ps; dengerin lagunya deh 😉
ada sebuah lirik yang tertulis “어쩌면 누군가를 사랑하는 것보다 더 어려운 게 나 자신을 사랑하는 거야 “ yang memiliki arti mencintai diri sendiri mungkin lebih sulit daripada mencintai orang lain. Memang benar adanya, sangat mudah bagi kita untuk jatuh cinta pada orang lain. Hanya dengan melihat, kita bisa menilai orang ini tampan atau orang ini cantik. Aku suka orang ini atau aku jatuh cinta dengan orang ini. Sangat mudah bukan?
Tapi, saat kita Kembali ke pada diri kita sendiri. Banyak hal yang muncul dalam benak. Kenapa kulitku hitam? Kenapa aku pendek? Kenapa aku gemuk? Dan lain sebainya. Kita selalu membuat standar yang tinggi bagi diri kita sendiri. Padahal belum tentu orang lain memikirkan apa yang kita pikirkan. Tapi diri kita sendirilah yang membuat pikiran bahwa orang lain akan berpikir demikian. Mungkin saja kamu berpikir kamu tidak sebaik orang lain, tapi percayalah pasti ada orang yang ingin berada pada posisimu saat ini.
Maka dari itu belajarlah untuk love yourself and be yourself. Galilah dan tunjukkan pada dunia siapa dirimu yang sebenarnya. Belajarlah dari seluruh kesedihan serta rasa cemasmu. Jangan ragukan dirimu dan yakinkan pada dirimu sendiri, bahwa kamu juga salah satu orang yang terlihat sempurna seperti orang yang biasa kamu lihat sempurna. Tapi, ingatlah bahwasanya di dunia ini tidak ada yang sempurna karena kita hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Jadilah sempurna dengan sewajarnya dan jangan berlebihan. Semua harus pada porsinya masing – masing. Bersyukurlah atas dirimu, maka kamu akan bersinar dengan caramu sendiri.
Demikianlah, mengapa mencintai diri sendiri sangat penting bagi kesehatan mental kita. Terutama bagi para generasi Z tantangan kedepan bagi kita masih banyak sekali. Jika hanya dengan diri kita sendiri kita benci bagaimana bisa kita menghadapi tantangan kedepannya. Kuatkanlah mental kita mulai dari diri sendiri yaitu love yourself and be yourself, thank you.
Komentar
Posting Komentar